Blog Baru, Rumah Baru!

Akhirnya setelah sekian lama menimbang, saya memutuskan untuk membeli domain atas nama saya pribadi!

Saya sebenarnya sudah lama ingin migrasi ke rumah pribadi ini, di mana saya membayar setiap tahun biaya hosting dan domain. Selama ini saya memakai blogspot.com sebagai rumah ngeblog dan menempatinya cukup lama. Posting pertama saya di Rumah Merah terdeteksi bertahun 2006, satu tahun setelah sebelumnya saya ngeblog juga di friendster.com (jadul banget nih). Tak banyak alasan yang patut saya kemukakan. Saya merasa tak ada konsekuensi ketika menulis di blog gratis. Maksud saya, posting tidak posting, blog saya akan tetap begitu saja. Tetap ada di dunia maya ini dan tak hilang pun jika saya sudah tak menulis. Hmmm, dengan membayar sedikit modal ngeblog, mungkin produktifitas saya menulis akan segera terpupuk kembali. Amin!

Saya tidak tahu, kenapa sejak awal saya tertarik dengan blog. Di zaman dahulu kala, konon ketika friendster sedang berjaya di darat, laut dan udara, saya rajin sekali menulis beberapa catatan terutama puisi. Dan itu adalah blog pertama saya. Blog yang kalau saya baca saat ini, berisi tulisan norak, menggelikan dan sangat lucu menurut saya. (Kok bisa ya saya seculun dan senorak itu di usia 18an tahun? Hahaha). Waktu itu, Renggo Darsono–teman saya yang lumayan gaptek tapi hoby ‘mencoba’ mempublikasikan tulisan lewat blog–mempengaruhi saya untuk juga bikin blog. Mengingat friendster adalah laman pertama yang dibuka orang saat di depan internet, maka memnulis di blog friendster, tentu saja pilihan paling sadar dan normal. Bersama Renggo si gaptek, saya memposting tulisan-tulisan cupu saya di awal-awal kuliah di Jogja.
Lanjutkan membaca