Bank untuk Penulis

Saya sudah banyak sekali membeberkan rahasia tentang bagaimana menerbitkan buku secara indie, self publish atau dengan nama sederhana menerbitkan sendiri buku yang ditulis. Bersama teman-teman, saya bahkan sudah medirikan Indie Book Corner, sebagai wadah untuk membantu segala hal tekhnis mengenai menerbitkan buku.

Menerbitkan buku itu gampang! Semua sudah saya jelaskan. Tapi ada satu hal yang masih menjadi beban saya. Bagimana buku itu selain gampang diproduksi, tapi juga harus murah memproduksinya. Nah, jawaban inilah yang belum ketemu hingga sekarang. Banyak penulis yang saya jumpai, menemukan kesulitan dalam pembiayaan karyanya. Maksud saya pembiayaan menerbitkan karya tersebut. Semua proses sudah dialalui: menulis, menyunting, mendesain dan lain sebagainya. Tinggal mencetak. “Saya nggak ada modal buat cetak!” begitu bisanya mereka mengeluh.

Dalam posisi ini, biasanya saya menawarkan banyak sekali solusi. Salah satunya adalah dengan meminjam, atau bisa juga dengan mencari sponsor, di Pemda misalnya, atau beberapa produk komersil yang bisa dimintai jadi sponsor. Kalau cara ini tidak bisa, saya menyarankan pre orderkan naskah tersebut. “Buat aja pengumuman di facebook, tawarkan bukumu, kalau ada yang mau pesan, bayar dulu, baru nanti kalau sudah dibayar, dicetak dan dikirmi. Simpel!”. Hmm, tapi toh masih banyak yang ragu dan takut pada usulan saya tersebut. Saya memutar otak, kemudian suatu saat menemukan wangsit yang saya rasa brilian. Hehe. Jadi begini. Saya ada ide membantu penulis menerbitkan bukunya, yakni dengan membuat bank untuk memberi pinjaman dana pada penulis untuk menerbitkan karyanya.

Simulasinya seperti ini: Misalnya saya punya uang 3 juta rupiah, uang itu bisa dipinjam oleh 3 penulis untuk mencetak karyanya jadi buku. Anggap saja sejuta, sejuta. Setelah peminjaman, maka tugas penulis adalah memasarkan bukunya sampai laku dan ada laba. Modal awal sejuta tadi harus segera dikembalikan untuk dipinjamkan lagi pada penulis lain yang membutuhkan. Begitu seterusnya. Nah, karena penulis pertama bukunya sudah laku dan mbati, maka dia sudah punya modal baru untuk menerbitkan ulang bukunya, menghadirkannya di hadapan pembaca.

Dari sana saya berharap, kelak akan banyak penulis yang sudah berhasil menjual bukunya memberi investasi kepada bank buku tersebut. Kita bisa menunjuk orang, atau lembaga atau mungkinn membuat sebuah sistem yang bisa mengontrol berjalannya bank tersebut. Atau kalau memang diseriusi, kita bisa mengadopsi sistem perbankan mapan untuk mengelolanya. Tentu saja bukan maksud saya menjadikannya sangat baku. Tapi bagaimana sebuah sistem perbukuan ini menarik, dan berjalan rapi terstruktur.

Bagimana? Menarik, kan ide saya itu? Ini hanya pemantik saja, barangkali nanti akan ada banyak orang atau penulis yang mau berbagi usul dan menjalankan bersama sistem ini. Saya rasa ini ide menarik untuk melawan kapitalis perbukuan! Hehehe. Saya tunggu masukannya ya.

 

Comments

Komentar

  1. Nancy berkata:

    Thanks for the share!
    Nancy.R

  2. Orange Nokia Lumia 800 howdy, check out the newest Nokia Lumia 800 mobile phone contracts deals for you to see just what it has to offer all you people.