namaku aria

kita melihat akhir dunia, dan kita tahu segalanya telah membohongi
cerita di rumah-rumah ibadah, dakwah dan hukuman serta surga
semua masuk dalam kegelapan yang tak terpahami

janji
betapa sakit sebuah janji yang tak terpenuhi
dan harapan,
betapa bacin sebuah harapan yang sia-sia

kamu benar,
kamu sangat benar, aku telah menghabiskan masa muda dengan sia-sia
kau mengajariku bercinta, jalan-jalan
marah dan memaki
tapi aku tak seutuhnya mengiyakanmu

dan tahulah aku sekarang
kenapa kau menolak semua keyakinan
dan menyalahkanku akan sebuah harapan tentang perdamaian di bawah kaki tuhan

namaku aria, namaku aria, katamu
siapa namamu?

lalu aku terdiam, sebab lupa nama apa yang dicita-citakan ayah bunda saat mereka bercinta di malam pertama
dan aku juga lupa, siapa nama yang tertera di akta yang dicatat pemerintah kita

kau kehilangan kunci jika kau melupakan sebuah rahasia
kau kehilangan kunci jika kau melupakan sebuah rahasia

maka apalah arti kegelapan itu bagi mata
jika di kepalaku, kegelapan datang dan menutupi segalanya

jangan takut menyamakan mantra dengan doa
jangan takut memaki jika kau tak suka

selamat pagi, namaku aria, namaku aria
siapa namamu?

kegelapan masuk dalam kepala
tabrakan planet-planet yang keluar dari rotasinya
matahari yang mencair dan purnama yang mati malam itu
semua masuk dalam kegelapan di kepalaku

jogjakarta, 28 Agustus 2012