Review Buku: Tentang sebuah buku berjudul “Kepulangan Kelima”

Menemukan sebuah review dari @nadyaaisyah_ di blog tumblernya. Berikut ini review Album puisi, musik dan ilustrasi #KepulanganKelima yang ia tulis. Selamat membaca

kepulangan kelima

Kepulangan Kelima (April, 2013) sebuah buku berisi kumpulan puisi yang ditulis oleh Irwan Bajang (@Irwanbajang), yang diterbitkan oleh Indie Book Corner (@indiebookcorner). Sebagai penikmat buku, rasanya senang sekali bisa bertemu penulis dan mendapatkan buku langsung dari tangan penulisnya. Judul buku ini mengingatkanku bahwa ternyata keberadaanku di Jogjakarta pun sudah memasuki tahun kelima. Bacaan yang cocok untuk perantau yang mencoba berani menjajaki memori mereka akan kampung halaman, seperti salah satu puisi di dalamnya yang juga berjudul Kepulangan Kelima. Jadi perantau memang tak selalu indah, karena kenangan memang tak dapat bersahabat dengan waktu, toh kembali kepada situasi dan kondisi yang sama juga tidak mungkin, bukan?

29 puisi yang disajikan penulis pada buku ini mengundang pikiranku untuk bermain kata-kata, lagi. Aku belum dapat menikmati bacaan sastra dengan perumpamaan sulit dan makna yang susah ku dalami, sehingga puisi-puisi yang ada di dalam Kepulangan Kelima, menurutku cocok sekali untuk pembaca yang setipe denganku, pencari buku elegan yang isinya mudah dinikmati. Beberapa judul puisi yang ada di dalamnya adalah Kepulangan Kelima, Impresi, Rindu yang Meranggas, Antologi Pertanyaan, biar kutitipkan kau pada semesta, Surat Cinta Terbakar Cemburu, Mereka Tak Mengenal Ku Lagi, dan beberapa judul menarik lainnya.

Buku ini juga disertai ilustrasi dari Oktora Guna Nugraha dan juga sebuah cd musikalisasi puisi. Warna bagiku adalah sebuah unsur yang begitu penting dalam memandang hal apapun, tapi ilustrasi di dalam buku ini begitu hitam-putih. Aku hanya menangkap sendu, tapi tidak menutup kesenanganku ketika berhasil mencoba menginterpretasi ilustrasi yang ada menjadi hal yang bermakna untuk imaginasiku sendiri. Sampai sekarang aku masih mencari alasan, mengapa aku suka sekali dengan ilustrasi yang tergores di halaman 22.

Aku suka membolak-balik dan menandai beberapa bagian di buku ini yang menarik sekali. Beberapa puisi yang menjadi favoritku dalam Kepulangan Kelima adalah Ketika Daun Gugur Jadi Penyesalan dan Reinkarnasi. Juga ada beberapa kalimat yang sangat ku suka di judul yang berbeda sampai terngiang di luar kepala :

Hujan di mimpi tak sama dengan hujan di luar rumah,  di mimpi, hujan adalah tangis bahagia dan doa malaikat.. (Hal. 34)

Lalu, di pagi yang dingin, masih dengan selimut dan gigil tubuhku, aku temukan kau telah berlari lewat mimpi di kepalaku. (Hal. 23)

..akan ku bisikkan pada pagi yang belum datang, bahwa aku merindumu, seperti aku merindukan malam-malam masa kecilku yang penuh dongeng.. (Hal. 45)

Di bawah ini sudah ku sertakan sedikit tampilan buku Kepulangan Kelima, semoga teman-teman penikmat puisi juga dapat menjadi pembaca buku tersebut dan menikmatinya ;)

Comments