#5BukuDalamHidupku | Hari Kedua

Akhirnya, rampung sudah hari ini. Hari yang melelahkan sekaligus menggembirakan.

Pukul 00.00, baru saja hari pertama mudik ke blog #5BukuDalamHidupku berakhir. Saya kaget dengan jumlah peserta yang ikut. Mungkin lebih dari 100 orang. Sepanjang hari tadi saya sibuk mengecek tumblr, twitter dan facebook, mengecek tautan para blogger yang bergabung dalam proyek ini. Banyak sekali. Saya akan punya banyak sekali tugas. Mengarispkan semua tautan, membacanya lalu memberinya penilaian. Serasa bekerja menjadi tukang arsip tautan terbaru yang datang seperti angin ribut. Berhamburan, terutama di ujung hari, menjelang waktu habis. Dasar blogger Indonesia!

Tapi ragam buku yang mereka pilih memang banyak sekali. Banyak sekali yang membuat saya merasa aneh dan asing. Lucu. Seorang penyair memilih Buku Kalkulus, seorang Cerpenis memilih buku Tauhid, ada yang memilih Primbon, cerita horror, cerita mesum. Ada yang mengawali kisah petualangannya di dunia buku dengan membaca buku tebal, Mahabarata dibaca anak SD, ada juga yang kocak sekali: RPUL, Pengantar Sosiologi dijadikan buku paling keren dalam hidupnya. Hahaha. Saya tak henti-hentinya tertawa. Ragam bacaan saya yang lebih banyak pada buku sosial politik, sejarah, sastra dan sedikit agama-filsafat rasanya sangat miskin bila dibandingkan peserta-peserta yang lain. Begitulah, tidak semua buku memang harus kita baca. Biarkan orang lain membacanya.

Lima Sekawan sepertinya menjadi bacaan yang paling banyak dipilih hari pertama, disusul Seno Gumira, Muhidin M Dahlan, Dewi Lestari, sisanya ada buku Andrea Hirata, Pram, 5 CM dan buku-buku yang sudah terkenal lainnya. Tapi ada juga yang memilih buku harian mereka zaman SD dulu, juga beberapa buku yang sangat asing bagi saya sendiri. Semuanya unik.

Baru saja, saya sedang cekikikan karena seorang penulis di pesan ponsel saya sedang memaki saya. Jancok!, katanya. Ia sedang berusaha mengalahkan dirinya untuk menulis dalam rentang hitungan mundur menuju ambang batas hari  pertama. Ada yang memaki saya karena internetnya mendadak lemot: asem, asu, kopet dan makian lainnya berdatangan. Hahaha. Saya hanya membalas dengan tertawa. Rasakan!, kalimat itu saja yang saya kirim.

Saya menganalogikan proyek ini sebagai proyek mudik para blogger ke blognya masing-masing. Yang tidak ikut hari ini, silakan mencari kendaraan lain jika ingin mudik di hari kedua. Saya merasa jadi kompor dalam dua hari ini, saya mengirim pesan, mengirim tautan ke banyak orang, menyalakan kompor di pantat mereka dan memaksa mereka menulis. Saya senang mengerjai mereka.

***

Ya udah deh, capek saya ngetik, saya masih ada satu hutang lagi untuk hari ini. Kerjaan saya double deh. Resiko, proyek ini mati kita jalankan bersama.

Bus mudik segera berangkat. Yang telat pasti akan kami tinggal. Kami bukan lion air atau PTKAI yang hobinya molor.

Selamat datang hari kedua!

 

Comments

Komentar

  1. anggafirdy berkata:

    "Resiko, proyek ini mati kita jalankan bersama."
    Marii !!!

    1. irwanbajang berkata:

      hahahaha… capek tapi menggembirakan!

  2. "Bus mudik segera berangkat. Yang telat pasti akan kami tinggal. Kami bukan lion air atau PTKAI yang hobinya molor."

    –> semoga gak ketinggalan sampai hari terakhir! ('-')9