seorang lelaki, pintu dan kunci kota-kota

pintu pintudisebabkan oleh t.s. pinang

kota yang ia datangi tiba-tiba menjadi kota yang penuh pintu. orang-orang datang dan pergi bagai arus air deras: menghalanginya. ia berputar sendirian di tengah pusara air deras yang datang dan pergi dari pintu-pintu yang serupa. pintu kedatang adalah juga pintu kepergian.

hotel-hotel megah menjadi pintu-pintu. pantai yang sepi menjadi pintu-pintu. pasarsekolah dan kampus menjadi pintu-pintu. bandara, stasiun dan terminal menjadi air manusia-manusia baru. manusia asing, manusia baru, datang dan pergi lewat pintu.

ia tersesat sendirian di tengah arus manusia-manusia

jalan aspal menjadi pintu, kantor-kantor menjadi pintu, rumah ibadah manjadi pintu. pesta-pesta kebudayaan jadi pintu. nyanyian dan tarian membuka pintu-pintu. angin dan hujan juga jadi pintu-pintu.

ia ingin melawan kutukan kehilangan kunci, ia ingin mencari atau membuat pintu. ia ingin mengunci rapat-rapat semua pintu dan membiarkan kota jadi heningmembakar dan menenggelamkannya ke dasar sunyi abadi. tapi ia tak pernah tahu, kunci-kunci hanya dipegang beberapa orang: tuan rumah dan tamu asing yang kaya-raya.

jogjakarta, maret 2014

pesawat-pesawat dari kepalamu

pesawat-pesawat dari kepalamupesawat-pesawat beterbangan keluar dari kepalamu
menembus awan-awan
dan membuat menggigil ingatanku akanmu

rambut-rambutku, landasan yang terbakar
ingatan menyala-nyala mencari jalan pergi,
mencari sisa-sisa jejak yang kau tinggalkan

dalam kepala yang panas,
mendung datang dan hujan segera menderas

begitu cepat segalanya berubah, kekasihku
kedatangan dan kepergian yang seolah menjadi biasa bagi hidup kita
kita dihadapkan pada seteru-seteru
yang selalu saja gagal mengurai banyak kisah gelisah

kita ingin tidur lelap bersama
tapi hantu-hantu masalalu sering datang membangunkan tidurmu

lalu di tengah malam yang gerah
bersama segala rasa yang ingin aku berikan
kusiapkan segelas air putih untuk jiwamu yang dahaga

tidurlah kembali kekasihku
mari bermimpi tentang bintang-bintang yang menghiasi langit-langit kamar kita
Jogjakrta, Maret 2013

Tokoh-Tokoh Fiksi dan Anugerah Mimpi-Mimpi

absurd mimpiSaya selalu merasa beruntung karena sering memiliki mimpi yang menarik, aneh, absurd dan beraneka ragam. Kadang saya juga didatangi mimpi seram dan menakutkan. Semua mimpi tersebut bagi saya selalu indah. Bukankah tak semua yang ada di mimpi selalu ada dalam dunia sesungguhnya? Saya bahkan kadang tak bisa berimajinasi lebih liar seperti fiksi-fiksi yang hadir tanpa diminta dalam mimpi.

Tadi malam misalnya. Saya berimpi menjadi seorang penggembala, lalu di tengah hutan yang sepi saya dikagetkan oleh datangnya seekor binatang aneh berwarna-warni dan bersinar. Binatang ini tidak bisa saya definisikan sebagai binatang normal yang ada di kehidupan nyata, ia mirip biawak, tapi ukurannya jauh lebih besar, bukan komodo, bukan dinosaurus dan bukan juga buaya. Ia bahkan tak memangsa hewan yang saya gembalakan. Saya memeganya, bermain bersamanya di sungai. Dan saya melihat diri saya menjadi bocah kecil jenaka yang telanjang dada dan kaki di hutan bersungai jernih. Lanjutkan membaca