Jika suatu saat kau ingin melupakanku

Jika suatu saat kau ingin melupakanku
ingatlah sesuatu yang pernah kuberikan padamu
sesuatu yang tak akan pernah kusebut
bahkan dalam puisiku ini

Jika suatu saat kau ingin melupakanku
maka sesungguhnya kau pun tahu
aku tak akan pernah bisa melakukan yang sama
sebab setiap punggung yang membelakangiku, menjauh dariku
selalu menjadi dirimu
masuk dalam kepalaku

Dan
jika suatu saat kau benar-benar telah melupakanku
akan kubiarkan matamu–mata dalam kepalaku itu
menatapku selalu
menatap mataku yang selalu berair
mengalirkan derita dari ulu hatiku

 

Jogjakarta, Agustus 2014

 

Comments

Komentar

  1. Gilang Perdana berkata:

    bait dua mas bait dua..

    dua orang yang pernah saling sayang menemukan kenyataan jika mereka harus saling melupakan. atau minimal, salah satu harus merelakan dirinya untuk dilupakan oleh yang lain. tinggal kenangan yang bersarang di ingatan, sungguh cinta lebih pahit ketimbang brotowali :|

    1. irwanbajang berkata:

      sabar bro, ojo nangis-nangis darah di blogku. kasian nanti aku harus ngepel-ngepel. :)

      1. Gilang Perdana berkata:

        aku gur curhat kok. sitik. hahaha.

  2. AF berkata:

    Terbaca dengan muram, Kak. :(

    1. irwanbajang berkata:

      spesial buat yang patah hati deh. ahahahai

  3. ryan berkata:

    Bait terakhir…
    Jan mengalami hiakaka

    1. irwanbajang berkata:

      jangan nangis gitu donk :p

  4. Harry berkata:

    sebab setiap punggung yang membelakangiku
    selalu menjadi dirimu

    "oh my God…"

    1. irwanbajang berkata:

      hehehehe. jangan nangis

  5. nafasC1nt4 berkata:

    "Menatap mataku yg slalu berair
    mengalirkn derita dari ulu hatiku…"

    Kepergianmu adalah badai digurun pasir…..