Rahasia Dapur Indie Book Corner

Grafik ini adalah grafik penjualan online kami via www.bukuindie.com/ (salah satu penerbitan yang saya kelola selama satu tahun di 2014. Terjadi lonjakan pembelian online di awal tahun, lalu secara merata turun dan naik lagi di bulan-bulan berikutnya hingga akhir tahun. Dari grafik ini (dan dari laporan real) kami bisa belajar banyak, bahwa minat pembelian online di Indonesia, terutama di web kami lumayan tinggi, meskipun fluktuatif.

Setelah saya analisa, turun naiknya angka pembelian buku ternyata disebabkan oleh satu sebab utama: buku baru terbit. Setiap satu judul buku baru terbit, pembelian meningkat dalam 1-3 minggu, pembelian menurun lagi di minggu keempat dan akan naik drastis lagi ketika ada buku baru.

Artinya, 3 minggu pertama terbit adalah waktu terbaik bagi penjualan setiap buku. Selanjutnya, popularitas buku tersebut mulai menurun dan cenderung stabil di angka sedikit sejak minggu keempat dan seterusnya. Fenomena ini terjadi di hampir semua buku yang kami terbitkan. Beberapa buku tetap terjual setiap minggunya jika terus diromosikan dan secara konten memang menarik bagi calon pembacanya. Sebenarnya ada juga beberapa buku yang penjualannya terus naik, buku ini biasanya punya kualitas lebih dibanding yang lain, atau penulisnya juga gencar mempromosikan buku dan dirinya.

Itu hanya pengantar dan gambaran singkat saja.

**

Awal tahun 2014, usai #PasarBukuIndie, kami melakukan rapat agak serius menyikapi beberapa fenomena buku dan pengalaman kami di beberapa tahun sebelumnya. Beberapa kesepakatan penting kami turunkan, di antaranya sbb:

1. Fokus penjualan buku kami berada di internet dan kami spesifikkan di website www.bukuindie.com.

Beberapa calon pembeli memang agak susah dan belum terbiasa belanja di website. Mereka lebih suka belanja via DM Twitter atau Inbox Facebook. Dalam skala yang kecil, proses ini tidak jadi masalah bagi kami, tapi jadi ribet jika terjadi dalam angka penjualan yang lumayan banyak. Maka dari itu, sebisa mungkin mereka digiring belanja di web, kalau susah, ya sudah kami terima aja daripada nggak jadi beli. Hehe.

2. Kami tidak lagi menjual buku di Toko Buku Besar. Semua perangkat penjualan kami fokuskan di penjualan online web. Toko-toko buku komunitas, toko buku alternatif masih tetap diajak kerjasama. Jika terpaksa harus menjual buku di toko buku besar, maka itu tak lebih dari kewajiban promo dan disebabkan oleh kondisi dan keadaan tertentu yang sifatnya sangat berbeda dengan konsep di atas.

Dengan demikian, rabat mahabesar dari toko buku bisa kami alokasikan ke diskon buat pembeli dan tambahan royalti buat penulis. Royalti penulis yang kami terbitkan bukunya bisa jauh lebih besar dari 10%, ini demi kebahagiaan para penulis.

Kami berniat berinvestasi agak besar di website. Menjadikannya tempat belajar dan menerbitkan tulisan. Juga sebagai tempat belaja yang asik, gampang dan menggembirakan.

Begitulah kira-kira.

Comments