Batu Skripsi dari Langit

Ketika saya sedang lelap tidur, tiba-tiba angir bertiup kencang, petir menyambar. Atap dan langit-langit kamar saya jebol seketika. Tapi tak ada hujan sama sekali.

Buzzz… sebuah benda hitam jatuh tepat ke arah saya. Beruntung, saya pernah latihan silat sepuluh tahun yang lalu. Tangan saya sigap menangkap, ajian tangan seribu sabetan saya keluarkan saat itu juga.

Saya amati dengan teliti benda asing di tangan saya itu. Sebuah nama tertulis di permukaannya. Udara mendadak sepi kembali, langit kamar saya sudah kembali rapi seperti sedia kala. Hanya satu laba-laba kecil menggantung di atas saya. Ketika ia terjun, saya melompat. Saya tidak mau digigit dan jadi spiderman!

Segera saya telpon nama yang ada di permukaan benda kiriman langit ini. “Kamu harus segera ke sini. Kamu akan lulus besok!”

Orang di seberang telpon jengkel bukan kepalang. Dia menolak dan misuh-misuh. Dia kira saya mengejeknya seperti hari-hari yang sudah lalu. Hari ini dia baru paham, malaikat di langit kadang juga bosan melihat anak manusia disakiti.

Selamat skripsi, Bagustian!

 

Comments