KOMIK

Malam ini saya hadir dan ngisi diskusi di ulang tahun ke-11 Komik UPN. Tidak terasa sudah 11 tahun rupanya. Saya masuk di tahun kedua, bergabung atas ajakan Renggo Putro Widyarto dan Bambang Prasojo serta kawan-kawan lainnya, sepuluh tahun rupanya bukan waktu yang lama. Baru saja dan masih terasa semuanya.

Komik mungkin bukan organisasi yang ideal, tiap tahun semua orang di dalamnya akan bingung menyewa kontrakan, bingung membagi tugas, bingung apa yang harus segera dikerjakan dan dinomorsekiankan. Bikin majalah tapi tak taat deadline, bikin diskusi tapi molor, bikin evaluasi tapi itu-itu saja. Komik berisi kami dan kawan-kawan yang usianya sangat belia. Mudah marah, cepat tersinggung dan ngambeg. Suka memandang hitam putih masalah, suka ambil kebijakan terburu. Itu terjadi di era siapa saja. Di era kami bisa jadi lebih parah.

Tapi Komik tetap ada, kontrakan tetap ada, kawan-kawan tetap membaca, bertukar buku, nongkrong dan tidur bareng di alas yang sama leteknya. Sembari merencanakan mimpi-mimpi yang muluk dan menyesali sekaligus bersyukur memiliki kawan yang bisa diajak senang dan gelisah sekalian.

Mimpi kami terlalu besar, napas kami terlalu pendek dan sumbu semangat kami mudah habis. Tapi kami tahu, kami jatuh dan berusaha jalan terus. Merencanakan lagi, gagal lagi dan berusaha lagi.

Kami masing-masing tahu, harapan kami belum pasti terwujud. Tapi setidaknya kami nanti akan ingat, kami pernah punya kawan-kawan yang baik. Yang bisa memberi utangan dan teraktiran makan di tanggal yang bahkan belum tua-tua amat. Kami tahu, kawan kami selalu ingat dan khawatir tentang kesehatan kami, pekerjaan kami, asmara kami, kuliah kami dan kehidupan yang tak pernah bisa ditebak akan bagaimana nanti.

Di situlah saya merasa gembira. Pernah saling mencuri buku dan saling menipu. Pernah bertengkar dan saling menyalahkan. Pernah masuk ke UPN, bermain di Babarsari dan masih menjadi sahabat kalian.

Dirgahayu!

Comments