Buku Baru Saya: Hantu, Presiden, dan Buku Puisi Kesedihan

Sudah lama sekali, mungkin sejak zaman jahiliyah. Eh… zaman presiden kita masih gemuk. Ega Fansyuri mendesain cover buku untuk saya. Waktu itu dia masih dua sejoli sama si itu, yang sering diajak makan tengkleng gajah, sebelum dia wisuda seperti mahasiswa kebanyakan. Dulu judulnya Sejarah Malam Patah Hati, berangkat dari sebuah judul cerpen. Lama lama cerpen itu tak kunjung selesai, selesaipun tak kunjung bagus. Diedit, diperbaiki, dipaksakan rampung, tetep saja jelek. Ya sudah… lupakan saja. Emangnya cuma dia cerpen jelek di muka bumi, lupakan dan tinggalkan. Masih banyak cerpen saya yang lebih jelek, saya baik-baik saja.

Saya tidak peduli lagi. Saya terlalu lama takut dicibir dan dicela. Takut menjadi penulis gagal dan diledek sebagai kacangan. Perasaan itu selalu jadi penjara yang membuat ruang gerak saya terhenti. Ketika sebuah karya ditulis berulang-ulang dan tak kunjung bagus, saya pasrah, sudah sampai di situ saja batas kemampuan saya. Tidak bisa lebih.

Buku ini akhirnya ganti judul: Hantu, Presiden, dan Buku Puisi Kesedihan. Panjang bener ya… nggak apa apa, yang penting jadi. Cover tidak perlu ganti lagi, kelamaan. Bagi saya desain ini sudah bagus sekali. Saya ganti sendiri fontnya, saya utak atik sendiri. Kalau saya tanya Ega, saya yakin filenya sudah hilang bersama hilangnya si dia itu. Kakaka.

Sudah terlalu lama saya bermalasan dan menunda. Sesekali, kan pengen juga ada yang minta foto sama saya sambil pegang buku. Pengalaman itu terakhir 2013… astaga, sudah ribuan jam dari sekarang!

Kalau tidak ada setan lewat, Buku ini terbit awal September. Tidak ada tawar menawar lagi.

Comments