1000 tahun melupakanmu

mana mungkin
seribu tahun
aku melupakanmu
sementara rinduku
hidup jutaan tahun
sebelum tanah ini dibangun
lalu dihapus dan dihilangkan

hatiku bukan ranting tua lagi
hatiku kini rotan
kau bisa melengkungkannya
tapi ia tak bisa kau patahkan

suara gendang beleq
telah lewat di seberang jalan
butiran nasi dan sambal
telah basi di tangan

seumpama tanah sendiri
yang tak bisa lagi
kita pertahankan
tangan kita telah lumpuh dan gemetar
angin api meniupnya
membakarnya dalam panas neraka
dan kutukan waktu

suara gendang telah lewat di seberang
suara orang berpesta telah usai
dan gulungan tembakau terakhir
telah diembuskan

pada waktu itulah aku kembalikan segalanya
merelakan yang pergi biarlah pergi
merelakan yang berlalu biarlah hanya jadi bahasa baru

hatiku akar pohon tua
keluar dari tanah dan tak bisa diluruskan
tak bisa dimasukkan

tak ada lagi kisah-kisah hantu di sana
tak ada lagi keramat sesaji
dipasang bersama nyala api
di bawahnya

cerita-cerita telah habis
suara hantu telah hilang
suara tawa kita
suara ketakutan kita
bahkan sudah tidak menggema lagi
kecuali
dalam kepala kita
sesekali saja
ketika kita mencoba menggali
tersebab sesuatu
yang tak terencana sebelumnya
2016

Comments