Membaca Heri Latief dari Dua Sisi

cover heri latief_kecilsemakin lama jadi orang asing,

sampai dia lupa pulang.

padahal, dingin makin menggigit tulang

apa yang dicari selama ini?

merantau, untuk melupakan jalan pulang?

—Jalan Pulang

 

ketidakadilan merajalela, bung

yang miskin makin sengsara

yang kaya membeli perkara

tikus rakus komplotan gayus

jual beli bisnis negeri kasus

—Bisnis Kasus

Seperti dua puisi yang ditulis dengan gaya dan nada yang berbeda di atas, membaca tulisan Heri Latief dalam buku ini, saya seolah dihadapkan pada dua sisi yang berbeda dari sang Penulis. Puisi-puisinya—seperti puisi-puisi Heri Latief yang dulu—berbicara dengan cara yang lugas, kadang keras, mengutuk ketidakadilan, korupsi, pelanggaran hak, orang yang dihilangkan penguasa, kemiskinan dan kerakusan negara. Cap gaya menulis semacam ini sudah menjadi ciri Heri Latief sejak awal kemunculan puisinya di dunia internet. Tapi bukan hanya lantang protes, dalam beberapa puisi, salah satunya Jalan Pulang di atas, juga beberapa puisi lain, Heri Latief memunculkan sisi lain dari diri dan puisi-puisinya. Lebih lembut dan kadang sendu. Selain menulis tentang isu-isu sosial di puisinya, Heri Latief menulis juga puisi kerinduan, cinta, pulang, dan tema sejenis yang kebanyakan ia arahkan juga pada kerinduan akan kampung halamannya.

Di bagian kedua, dalam catatan atau eseinya, Heri Latief jauh lebih berbeda lagi. Kalimat-kalimat dan paragraf yang pendek dan lugas terasa jauh lebih lembut lagi ketimbang puisi-puisinya. Selingan humor sesekali membuat geli, membacanya membuat senyum sendiri. Tapi, selain gaya ungkap, sesungguhnya tak ada yang berbeda antara puisi dan esei Heri, ia tetap saja sosok penulis yang murung, khawatir, dan selalu ingin ambil bagian dalam situasi sosial. Kecenderungan menulis seperti itu tak pernah bisa ia  bendung.

Menghadapi tulisan ini, saya dihadapkan pada dua sisi sang Penulis. Membaca puisi (yang ia sebut puisi berlawan), saya jadi membayangkan Heri Latief memegang megaphone di jalanan terik nan panas. Ia berteriak dengan puisi-puisinya yang siap merangsek masuk ke jantung kekuasaan lalim yang ia kritisi dengan keras. Ia memiliki suara lantang, keras, dan memekik ke telinga dengan sajak-sajak potes sosialnya.  Sementara membaca eseinya, saya merasa seperti diundang bertandang ke beranda rumahnya. Di sana Heri menyuguhkan kue dan teh manis, sembari bercerita tentang bagaimana kampung rantau, keindahan, kebersihan, keteraturan dan segala yang ia ingat. Namun dalam cerita manis itu, ia juga menceritakan kisah-kisah ironi. Misalnya, bagaimana Belanda yang maju, bersih dengan sistem politik yang cenderung stabil, juga memiliki permasalahan menumpuk; kekurangan tempat tinggal penduduk, para bajingan pemabuk yang bersembunyi di bawah gereja dan para gerilyawan yang bergentayangan di malam hari menduduki bangunan-bangunan kosong untuk mereka tinggali bersama gerombolan miskin lainnya.

Heri Latief bercerita tentang kanal sungai yang rapi, kereta yang cepat di Belanda, tapi juga kisah manusia yang tak pernah usai memperjuangkan haknya. Di beranda eseinya ini, Heri lebih lembut bercakap-cakap, tidak garang seperti kebanyakan puisinya. Tapi, sekali lagi, ada yang tetap tidak bisa ia sembunyikan, aura protes yang tak bisa ia pendam. Lanjutkan membaca

Pengumuman Pemenang Proyek Mudik Blogger #5BukuDalamHidupku

#5BukuDalamHidupkuProyek yang awalnya hanya iseng saya lemparkan di jejaring sosial ini ternyata direspons gembira oleh banyak sekali blogger. Ada blogger yang memang aktif menulis dan pulang ke blognya, tapi ada juga blogger yang memang sudah lama sekali, bertahun-tahun meninggalkan blognya. Bahkan ada yang lupa kata kunci untuk masuk. Blogger amatiran cum pemalas yang tidak konsisten adalah yang paling mendominasi.

Tentu ini sangat menyenangkan bagi saya secar pribadi. Awalnya tantangan ini ingin saya buat sendiri, untuk diri saya sendiri. Mengingat saya yang tak pernah rajin pulang ke blog dan masuk di kategori terakhir dari para blogger yang terlibat ini. Amatiran cum Pemalas! Lebih banyak menulis pendek di status facebook atau lini massa twitter, tapi lupa pulang ke rumah yang pernah disiapkan untuk berkontemplasi. Tantangan pribadi ini akhirnya menyentuh lebih dari seratus blogger untuk ikut terlibat. Mereka ingin pulang, melepas rindu dan lelah dari hiruk pikuk sosial media yang tak pernah tidur. Maka jadilah proyek ini semacam bus bersama untuk mudik menuju rumah blogger. Blog mereka sendiri.

61 blogger sukses mengalahkan kemalasan dan tantangan untuk dirinya dalam proyek bersama #5BukuDalamHidupku. Angka yang lumayan banyak, jika dikalikan dengan 5 tulisan, berarti ada 305 tulisan yang selesai ditulis dengan tenggat waktu hanya 24 jam. Angka ini belum termasuk angka tulisan puluhan blogger yang tidak sampai di hari kelima. Juga tidak termasuk para blogger nekat, yang telat dapat info, tak posting teratur tapi dengan semangat menyala mengejar bus mudik dengan transportasi nekat lain yang ia miliki. Heroik! Tapi mereka tetap tak bisa kita ajak masuk dalam bus ini. Peraturan tetap ditegakkan. Hehe.

Dari sini kita semua bisa membuktikan, bahwa menulis secara konsisten tak sesulit yang kita bayangkan. Rasa malas dan tak pernah punya formula untuk menulis secara ketat dan disiplin adalah kendala yang dimiliki banyak orang, termasuk yang ikut dalam proyek menulis ini. Seperti yang saya tuliskan di posting sebelumnya, beberapa penulis besar selalu punya cara unik untuk membuat dirinya bisa menyelesaikan tulisan: Hemingway menulis di malam hari dan menyisakan satu kata untuk ia lanjutkan esok ketika ia bangun. Pram mengetik apa saja kata yang ada di kepalanya jika ia mengalami kebuntuan. Mengetik sembarang, yang penting aktivitas menulis terus berlangsung. Charles Bukowski harus minum bir seperti air putih, dan mengucilkan diri sampai kegilaan muncul. Dan Brown memulai kegiatan pada pukul empat pagi setiap hari, menerapkan menulis dengan kedisiplinan militer. Ia punya jam pasir. Saat istirahat, dia melompat dari kursinya dan melakukan olah raga agar tak ngantuk. Victor Hugo membuang semua pakaiannya dan menulis dalam keadaan telanjang, ia tidak akan berpakaian kalau naskahnya belum rampung. Semua orang punya cara masing-masing, ritual masing-masing.

Proyek #5BukuDalamHidupku ini setidaknya adalah salah satu terapi sederhana melawan diri sendiri.

Para sponsor yang budiman menyumbang 19 hadiah buku, 1 di antaranya adalah paket kopi yang bisa menemani seorang penulis untuk menyelesan tulisannya. Rasanya ingin membagikan hadiah bagi semua peserta yang lolos menulis sampai terminal kepulangan terakhir proyek ini. 61 buku atau mungkin 122 buku untuk para blogger. Tapi sayang sekali, untuk itu tentu dibutuhkan angka buku atau angka hadiah yang sangat besar. Secara pribadi saya belum sanggup. Oleh karena itu, dalam tulisan kali ini saya ingin meminta maaf kepada 61 blogger sekalian, sebab saya tak bisa memberikan hadiah untuk kalian semua.

Setelah membaca semua tulisan yang masuk, dan meminta beberapa juri lain untuk memberi masukan, maka saya akhirnya memilih 9 pemenang. Namun karena beberapa pemenang sudah memiliki buku hadiah tersebut, angka 19 buku itu saya pecah lagi untuk beberapa pemenang lainnya. Bahkan, ketika seluruh buku hadiah sudah habis saya bagi, saya masih menemukan beberapa nama dan blog yang masih perlu saya tambahkan hadiah. Perlu saya berikan sebuah ucapan selamat dan terima kasih. Maka saya memilih lagi buku di rak saya dan jalan ke toko buku untuk membelikan hadiah untuk beberapa nama blogger tambahan pemenang ini.

Berikut ini daftar para blogger yang terpilih sebagai penulis yang berhasil disentuh dan dipengaruhi buku dengan sangat mendalam. Klasifikasi penilaiannya saya spesifikkan pada bagaimana buku berpengaruh pada diri si penulis. Tentu saja dengan menimbang juga bagaimana gagasan keterpengaruhan itu ia tulis dalam blognya. Semoga pilihan saya bisa dimaklumi dan tidak mengganaggu para blogger sekalian.

1. Khrisna Pabicara: #5BukudalamHidupku: Rumah Sunyi Barman Pindah dari Atas Bukit ke Kedalaman Perihku mendapatkan hadiah:

  • 1 Buku Declare! (Kamar Penerbit Jogja 1998-2007) karya Adhe. Hadiah dari Irwan Bajang @irwanbajang.
  • 1 Buku Perjalanan Seorang Wartawan. Hadiah dari Diana Sasa @DianaSasa.
  • 1 Tambahan hadiah lagi dari Diana Sasa @DianaSasa

2. Prima SW: #5BukuDalamHidupku “Tulislah Tentang Kami, Agar Kami Tak Hilang Sia-sia!”  mendapatkan hadiah

  • 2 Jilid 1Q84 -Haruki Murakami. Hadiah dari  A Handsome One
  • 1 Buku Inferno karya Dan Brown. Hadiah dari Serat Kata @seratkata dan Arman Dhani @arman_dhani

3. Sungging Raga: #5BukuDalamHidupku: 1. Kitab Tauhid mendapatkan hadiah

  • 1 Buku Islam Tanpa Diskriminasi karya Mohamad Guntur Romli. Hadiah dari Iyut SF/@lalumenghilang
  • 1 dari 5 Buku Pemenang Sayembara Buku Indie. Hadiah dari @indiebookcorner

4. Ferdi Fidaus: #5BukudalamHidupku Tanah Perempuan dan Eksplorasi Tanpa Batas mendapatkan hadiah:

  • Ensiklopedi Sastra Dunia karya Anton Kurnia. Hadiah dari @warungarsip
  • Satu paket Kopi Luwak. Hadiah dari Dongeng Kopi @dongengkopi

5. Prima Wirayani: #5BukudalamHidupku Perubahan Besar: Sebuah Titik Balik mendapatkan Hadiah:

  • 1 buku Buku Traffic Blues. Hadiah dari Zen RS @zenrs
  • 1 dari 5 Buku Pemenang Sayembara Buku Indie. Hadiah dari @indiebookcorner
  • 1 buku Bhagavad Gita. Hadiah dari Prima SW @mahisa_cempaka

6. Diana AV Sasa: #5BukuDalamHidupku | Register 2979904 mendapatkan Hadiah:

  • 1 buku Buku Traffic Blues. Hadiah dari Zen RS @zenrs
  • 1 dari 5 Buku Pemenang Sayembara Buku Indie. Hadiah dari @indiebookcorner

7. Momo DM: #5bukudalamhidupku – Deretan Angka Penyembuh LUKA  mendapatkan hadiah:

  • 1 buku Buku Traffic Blues. Hadiah dari Zen RS @zenrs
  • 1 dari 5 Buku Pemenang Sayembara Buku Indie. Hadiah dari @indiebookcorner

8. Silvia Widya: #5BukuDalamHidupku BELUM ADA JUDUL mendaptkan hadiah:

  • 1 buku Buku Traffic Blues. Hadiah dari Zen RS @zenrs
  • 1 dari 5 Buku Pemenang Sayembara Buku Indie. Hadiah dari @indiebookcorner

9. Sahad Bayu: Karena Buku adalah Tetirah mendapatkan hadiah:

  • 1 dari 5 Buku Pemenang Sayembara Buku Indie. Hadiah dari @indiebookcorner
  • 1 Buku #BerguruPadaPesohor, karya Muhidin M Dahlan & Diana Sasa. Hadiah dari Diana Sasa @dianasasa

10. Rivai Muhamad: #5BukuDalamHidupku | Kerang Biru | mendapatkan hadiah:

  • 1 buku Buku Traffic Blues. Hadiah dari Zen RS @zenrs
  • 1 Buku Paulo Coelho. Hadiah dari Hamba Allah

11. Ayu Welirang: #5BukuDalamHidupku: Fantasmagoria dari Naga yang Berbicara mendapatkan hadiah:

  • 2 Buku hadiah tambahan dari Irwan Bajang @irwanbajang dan Indie Book Corner @indiebookcorner

12. Dedik Priyanto: #5BukuDalamHidupku: Eka, Cantik itu Luka dan Perjumpaan Lainnya | Mendapatkan hadiah

  • 2 Buku hadiah tambahan dari Irwan Bajang @irwanbajang dan Indie Book Corner @indiebookcorner

13. Rizky Akbari S: #5BukuDalamHidupku Aku adalah Manusia Kamar

  • 2 Buku hadiah tambahan dari Irwan Bajang @irwanbajang dan Indie Book Corner @indiebookcorner

Untuk 13 orang yang terpilih, silakan mengirimkan alamat lengkap dan nomer telpon untuk saya kirimkan segera hadiahnya.

Terima kasih banyak saya ucapkan untuk para penyumbang buku dan hadiah yang dengan segala ketulusan telah menyumbang bukunya untuk proyek #5BukuDalamHidupku ini. Terima kasih pada Diana Sasa, yang meskipun ikut proyek ini, tapi juga menyumbang buku. Terima kasih Zen RS, yang telah menyumbang 5 buku mahar pernikahan sekaligus kado resepsi, buku ini pasti keren dibaca para blogger! Terima kasih untuk Arman Dhani dan @seratkata yang menyumbang buku yang harganya mahal dan sedang best seller saat ini. Hehe. Terima kasih untuk Iyut SF dan grup buku @LoveBooksALot yang juga sudah membantu promosi proyek ini, terima kasih sumbangan hadiahnya. Untuk Muhidin M Dahlan dan @warungarsip dan admin @radiobuku yang sudah membantu promosi dan juga memberikan hadiah buku yang bagus bagi peserta. Untuk dua sahabat saya yang rela jalan ke toko buku dan membeli buku Paulo Coleho dan Haruki Murakami, tapi tetap tidak mau disebut namanya. Terima kasih buat Dongeng Kopi @dongengkopi yang menyumbang kopi luwak spesial buat para blogger yang doyan begadang. Juga buat teman-teman di Indie Book Corner @indiebookcorner yang sudah memberi dukungan penuh, dengan hadiah buku yang lumanyan banyak. Oh ya, terima kasih buat Prima SW @mahisa_sekar atas tambahan hadiah buku di jelang akhir pengumuman ini.

Terima kasih buat kalian semua yang memberikan ruang apresiasi yang menyenangkan untuk proyek buku ini. Jangan terlalu dipikirkan kalau tidak dapat buku. Toh, hadiah sesungguhnya sudah kita dapatkan bersama: mudik ke blog masing-masing, membersihkannya, merawatnya dan mengisinya dengan tulisan-tulisan yang akan abadi di sana. Juga tentu saja kita berhasil melalui tamasya ingatan dengan buku-buku yang telah banyak mewarnai hari-hari kita. Itulah hadiah terbaik, datang dari dirimu sendiri!

Sampai jumpa di proyek berikutnya, dengan tantangan yang lebih ‘keras’ dan semoga dengan hadiah yang lebih banyak dan lebih menarik dari ini.

PS: Saya sedang memilih dan berencana membukukan tulisan dari 61 blogger yang terlibat dalam proyek ini. Saya sedang menyusun format yang sesuai. Apakah akan dibagi gratis, atau kita susun sebagai sebuah buku tebal yang dicetak hard cover. Mohon masukannya, ya. Doakan saya senggang dan segera mengeksekusinya. Oh ya, kalau ada yang mau bantu saya menyusun 305 tulisan ini jadi satu dokumen utuh, saya akan sangat senang. Hehe.

____________________

** Menjelang pengumuman ini, masih ada tambahan dua buku lagi, sumbangan dari Prima SW dan Diana Sasa. Trims ya buat kalian berdua. Untuk talk show tentang tulisan-tulisan dan blogger terpilih ini akan disiarkan live di @radiobuku, www.radiobuku.com pada hari Selasa 26 November 2013, pukul 19.00 WIB.

Jabat erat selalu.

Irwan Bajang

 

Daftar Blogger Peserta Proyek #5BukuDalamHidupku

#5BukuDalamHidupkuSaya membayangkan para blogger yang ikut dalam proyek #5BukuDalamHidupku ini menarik napas lega usai memencet tombol “terbitkan” atau “publish” di blog kesayangan mereka masing-masing. 5 hari lamanya berkutat memilih 5 buku yang benar-benar memberi sesuatu yang berarti bagi hidup. Menulisnya secara seksama dan beberapa kali memacu adrenalin karena waktu sudah menjelang dini hari. Tak gampang pastinya. Ada banyak buku yang harus disingkirkan. 5 buku yang dijadikan jodoh hidup telah dipilih.

Saya pribadi sangat lega, sampai ujung hari kita mampu melewati semuanya. Tantangan ini sebenarnya tantangan bagi masing-masing blogger. Tak ada kompetisi dengan yang lain. Kompetisi sesungguhnya adalah dirimu sendiri; kemalasan, ketidakdisiplinan. Setelah dipaksa, diberi tenggat yang ketat, toh nyatanya semua berakhir.

Saya jadi ingat berbagai ritual aneh para penulis besar dunia. Hemingway menulis di malam hari dan menyisakan satu kata untuk ia lanjutkan esok ketika ia bangun. Pram mengetik apa saja kata yang ada di kepalanya jika ia mengalami kebuntuan. Mengetik sembarang. Charles Bukowski, harus minum bir seperti air putih, dan mengucilkan diri sampai kegilaan muncul. Dan Brown memulai kegiatan pada pukul empat pagi setiap hari, menerapkan menulis dengan kedisiplinan militer. Ia punya jam pasir. Saat istirahat, dia melompat dari kursinya dan melakukan olah raga agar tak ngantuk. Victor Hugo membuang semua pakaiannya dan menulis dalam keadaan telanjang, ia tidak akan berpakaian kalau naskahnya belum rampung. Semua orang punya cara masing-masing, ritual masing-masing. Proyek #5BukuDalamHidupku ini setidaknya adalah salah satu terapi sederhana melawan diri sendiri.

Tidak semua yang ikut sejak hari pertama berhasil sampai hari terakhir. Ada kendala teknis yang membuat mereka akhirnya tak ikut rombongan. Ada yang tertidur, ada yang lupa dan ada yang terkena kesialan, internet atau listrik mereka padam dan tak memberi ruang bagi mereka mengeksekusi tulisannya. Begitu juga yang lain, ada sebagian peserta yang tidak ikut sejak awal, terlambat lihat pengumuman atau baru tahu beberapa hari setelah proyek ini berlangsung. Mereka tetap memaksa dirinya ikut proyek ini, menjadikannya proyek pribadi. Untuk kalian semua, saya ucapkan selamat. Selamat mudik ke blog masing-masing. Selamat menyambangi blog yang mungkin dalam beberapa waktu sempat kalian abaikan.

Berikut ini akan saya pasang semua blog yang selesai sampai hari kelima. Untuk blog yang tidak sampai selesai, gugur di jalan, sengaja tidak saya masukkan. Daftar di bawah ini adalah daftar alamat blog yang ikut sejak hari pertama dan selesai sampai terakhir:

 

  1. http://1t4juwita.wordpress.coma
  2. http://31oktober.wordpress.com
  3. http://albumhitam.com
  4. http://ariffitra13.blogspot.com
  5. http://ayuwelirang.com
  6. http://baitpuisi.pun.bz
  7. http://bianglalakata.wordpress.com
  8. http://bukubichara.com
  9. http://bukubukuganjil.blogspot.com
  10. http://bukusulistyawan.blogspot.com
  11. http://bungapenuhcerita.wordpress.com
  12. http://bzee125space.wordpress.com
  13. http://cakoyong.blogspot.com
  14. http://ceritameta.tumblr.com
  15. http://ceritasecangkirkopi.blogspot.com
  16. http://daulatukijo.blogspot.com
  17. http://dianasasa.blogspot.com/
  18. http://diantarawaktuluang.wordpress.com
  19. http://diirumahkata.blogspot.com
  20. http://dionyulianto.blogspot.com
  21. http://dn-rmd.blogspot.com/
  22. http://fahzianiblog.wordpress.com
  23. http://fannywa.wordpress.com
  24. http://gitaprista.blogspot.com
  25. http://ikafff.blogspot.com
  26. http://intannovrizakamalasari.blogspot.com
  27. http://irabooklover.wordpress.com
  28. http://irwanbajang.com
  29. http://kamarmuntah.wordpress.com/
  30. http://kataberjalan.blogspot.com
  31. http://kubikelromance.blogspot.com
  32. http://lensabuku.com
  33. http://luckty.wordpress.com
  34. http://maibelopah.blogspot.com
  35. http://mata-p3n1.blogspot.com
  36. http://merumahdimatamu.wordpress.com
  37. http://menarakayu.blogspot.com
  38. http://nabilabudayana.blogspot.com
  39. http://natazya.wordpress.com
  40. http://networkedblogs.com/R8fCw
  41. http://niafajriyani.blogspot.com
  42. http://nyalaterang.tumblr.com
  43. http://pagebypage-sc.blogspot.com
  44. http://pelangidansenja.wordpress.com
  45. http://penadistorsi.com
  46. http://primaananta.blogspot.com
  47. http://primawirayani.wordpress.com
  48. http://resensi.ilarizky.com
  49. http://reverserunning.wordpress.com
  50. http://riskitile.pusku.com
  51. http://rizkifitriaramadhani.blogspot.com
  52. http://rosepr1ncess.blogspot.com
  53. http://sahadbayu.blogspot.com
  54. http://http://stuffsifondof.tumblr.com/
  55. http://stupidea.blogdetik.com
  56. http://surgakata.wordpress.com
  57. http://syaiha.com
  58. http://tentangdedik.blogspot.com
  59. http://thereadthings.blogspot.com
  60. http://veecla.blogspot.com
  61. http://viextraordinary.wordpress.com

*Jika ada blog yang belum terdaftar, saya minta maaf. Silakan menambahkan blog yang belum terdaftar di kotak komentar di bawah ini, saya akan mengupdatenya segera. Semoga hasilnya maksimal.

Hadiah 19 buku tentu bukan hadiah yang setimpal bagi keseriusan para blogger sekalian. Hadiah itu tak berarti apa-apa dibandingkan kepuasan pribadi yang didapat karena berhasil menaklukkan lima hari yang (agak) melelahkan ini. Saya akan segera umumkan siapa (saja) yang berhak mendapakan hadiah. Setidaknya saya butuh waktu membaca lebih dari 250 tulisan untuk memilih siapa (saja) yang punya hubungan paling spesial dengan buku yang ia pilih. Mungkin juga akan ada hadiah lain seperti blogger paling rajin, paling semangat atau paling malas. Untuk beberapa pilihan belakangan tadi masih saya pertimbangkan.

Sekali lagi selamat buat kalian!

 

Jogjakarta, 17 November 2013.

Irwan Bajang

Update Hadiah Proyek Mudik Blog #5BukuDalamHidupku

Berikut ini daftar hadiah proyek mudik blog #5BukuDalamHidupku yang dihadiahkan dari beberapa dermawan buku dan sponsor yang baik hati. Terima kasih atas semua kebaikan Tuan dan Puan sekalian. Pasti akan sangat bermanfaat.

  • 1 Buku #BerguruPadaPesohor, karya Muhidin M Dahlan & Diana Sasa. Hadiah dari Diana Sasa @dianasasa
  • 1 Buku Perjalanan Seorang Wartawan. Hadiah dari @DianaSasa
  • 5 Buku Traffic Blues. Hadiah dari Zen RS @zenrs
  • 1 Aku Mendakwa Hamka Plagiat karya Muhidin M Dahlan. Hadiah dari Warung Arsip @warungarsip
  • 2 Ensiklopedi Sastra Dunia karya Anton Kurnia. Hadiah dari @warungarsip
  • 1 Buku Inferno karya Dan Brown. Hadiah dari Serat Kata @seratkata dan Arman Dhani @arman_dhani
  • 5 Buku Pemenang Sayembara Buku Indie. Hadiah dari @indiebookcorner
  • 1 Buku Islam Tanpa Diskriminasi karya Mohamad Guntur Romli. Hadiah dari Iyut SF @lalumenghilang
  • Satu paket Kopi Luwak. Hadiah dari Dongeng Kopi @dongengkopi
  • 2 Jilid 1Q84 -Haruki Murakami. Hadiah dari  A Handsome One
  • 1 Buku Declare! (Kamar Penerbit Jogja 1998-2007) karya Adhe. Hadiah dari Irwan Bajang @irwanbajang
  • 1 Buku Paulo Coelho. Hadiah dari Hamba Allah

#5BukuDalamHidupku: Dunia Buku, Perjumpaan Penulis Pertama dan Penulis Kedua

OLYMPUS DIGITAL CAMERASurat Kepada Penulis Petama

Kenapa kau harus menulis buku itu? Menghadirkan seorang tokoh celaka yang bahkan tewas mengenaskan di awal cerita: ditabrak bus, mati miskin dalam sunyi tak terperi. Apa kau membayangkan tokohmu seorang demonstran itu? Lelaki mati yang ditabrak dan dikenang lewat catatan hariannya. Kenapa juga kau tak menuliskannya sendiri? Dengan tokoh aku misalnya, dia, atau setidaknya memberi nama yang pantas. Jahat sekali. Kau bahkan menyuruh seorang tokoh lain menulis kisah tokohmu. Seorang aktivis wanita yang kau sengsarakan sejak memulai cerita. Dendamkah kau pada dirimu? Ingin larikah kau atau kau ingin menjadi tuhan yang kejam dengan mengutuk tokoh-tokohmu?

Kenapa tak kau lanjutkan saja mengajimu? Mengamini semua buku keras yang kau baca. Mengamini imammu. Memakai sorban lalu mengebom sebuah rumah ibadah umat lain. Kenapa kau harus ke Jogja. Kota yang jauh dari laut bacin yang nyaman dengan kemiskinan yang akrab sejak bocahmu. Kenapa kau datang ke ibukota buku ini. Kenapa juga anak kecil kumuh itu kau hidupkan dalam bukumu. Anak kecil miskin yang mati malu di hadapan mahasiswa KKN yang ingin segera jadi sarjana itu.  Kau menyiksa anak kecil itu hingga ujung cerita.

Dan makin ramai tokoh-tokohmu hidup di dalam buku. Kau buat mereka gundah menceritakan semua kemiskinan dan derita; honor yang telat dibayar, teman-teman yang berhianat, teman-teman yang mencuri.  Tak cukup, kau menambahkan seorang tokoh teman tokohmu, teman dekil yang mengajaknya ke pelukan pelacur belia; menjatuhkan Madilog Tan Malaka, melupakan ilmu dan ibadahnya. Tokohmu limbung; di sini idiologi terlalu tinggi dan agama terlalu suci. Kau sakiti tokohmu, kau siksa lagi. Kau buat dia jatuh cinta, kau buat dia bodoh dengan konyol membuat berlembar-lembar buletin untuk mengungkapkan cinta. Lalu kau tampar telak ia. Kau hadiahi ia sebuah penolakan yang membuat patah hatinya paripurna. Lanjutkan membaca

#5BukuDalamHidupku: Ayah dan Kakek, Hemingway dan Lelaki-Lelaki Keras Kepala

lelaki tua dan laut

“Lelaki bisa dihancurkan, tapi tak bisa dikalahkan”

–Ernest Hemingway

 

Bau kapur barus meruap di hidungku. Aku ingin muntah. Itu kapur barus pertama yang aku hirup dalam hidupku. Sejak hari itu‑‑lalu hari-hari berikutnya sampai aku mati kelak–aku akan membenci aroma kapur barus, aroma yang meruap dari mayat kakekku yang kaku.

Sejak hari itu, pantai, ombak dan laut hanyalah kenangan masa kecil bagiku. Ayah tak pernah lagi mengajakku datang ke rumah mendiang kakek. Tak pernah juga aku diajak melaut oleh sepupuku, menjaring ikan atau terjun ke laut memanah ikan-ikan besar, membawanya pulang lalu dimasak atau dibakar di halaman. Rumah kami jauh dari rumah kakek. Aku tahu, ayah tidak suka dengan kakekku. Ada dendam yang ia semai. Ia tak lagi mengajakku ke sana, menemui nenek baruku yang masih muda.

Sebuah sore yang muram, aku menemukan diriku di sebuah makam bersama ayah. Aku bukan bocah ingusan itu lagi. Sudah bisa jadi pemimpin upacara di Sekolah Dasar. Bukan lagi bocah empat tahun yang harus digendong ke pantai untuk menangkap kerang yang bisa jalan kalau ditiup. Sore muram itu aku duduk di depan pusara bersama ayahku. Pusara kakekku, sang pelaut yang tak terlalu aku kenal, selain dari salam-salam tempel saat lebaran, atau sarungnya yang bau bacin ikan yang tak pernah aku pakai jadi selimut saat menginap di rumahnya.

Aku berdua saja dengan ayah. Aku diam, ayah juga tak mengajakku berbicara. Aku lihat matanya memerah. Hanya ada sederet kalimat tak terucap menggantung di matanya. Aku tidak paham. Aku hanya mengingat hari kematian kakekku, suatu siang yang ramai kudengar dua orang saling berbisik, menunjuk bapakku yang sedang duduk di teras: “Itu, itu dia, anaknya yang durhaka itu. Telinga kecilku merekam kata-kata itu hingga sekarang. Hingga kapanpun.

*** Lanjutkan membaca