Bermain Layout Ebook

Belakangan saya rajin baca dan belanja ebook. Terutama di google play. Walaupun sehari-hari saya bekerja di dunia buku cetak, saya tidak bisa menolak bahwa memang ada beberapa hal yang ditawarkan ebook dan tidak saya dapatkan di buku cetak. Harga jauh lebih murah, bisa baca di mana saja dan kapan saja, kecuali saat renang dan berkubang, atau sudah terlelap tidur. Ada fitur pencarian kata atau bagian tertentu, bisa diubah warna kertasnya, bisa diubah ukuran fontnya dan masih banyak lagi kelebihan lain. Tentu sebaliknya, ada banyak hal dari buku cetak yang tak bisa digantikan ebook. Terutama bagi pembaca buku aliran ultraortodoks.

Belakangan, aktivitas membaca saya memang kerap terganggu. Bekerja di dunia buku membuat saya selalu cerewet bukan hanya pada konten, tapi juga penyajian. Bagaimana sampul, bagaimana layout dan apa font yang dipakai. Sial. Hal-hal ini tidak penting banget bagi pembaca sejenis saya 6 tahun yang lalu!

Setahun belakangan saya mulai bermain ebook. Sementara baru fokus di google play. Alasannya jelas. Upload naskah segampang posting blog, dan buku bisa dipasarkan berbarengan dengan semua aplikasi android. Jika ada orang mau mengunduh game Clash of Clan atau Duel Otak, si ebook bisa nyangkut dan siapa tahu bisa dibeli. Jadi kalau Anda sedang main di goole play, ketik saja nama saya dan beli bukunya. Hehehe. Lanjutkan membaca

Espresso Book Machine | Mesin Buku POD Sesungguhnya

Beberapa waktu lalu, saya iseng lihat-lihat video di Youtube. Sebab saya selalu tertarik pada buku dan segala hal di seputarannya, maka akhirnya saya mengetik kata kunci dengan kategori Print on Deman, POD, Book, Printing, Publish Book dll di mesin pencari Youtube. Hingga saya sampai pada sebuah video (sebenarnya beberapa) yang menayangkan bagaimana mesin Print on Demand sesungguhnya.

Saya nyaris menumpahkan segelas iler di depan layar komputer. Espresso Book Machine namanya. Mesin ini membuat saya terpukau! Bagaimana tidak, ternyata di dunia ini, bukan hanya kopi yang bisa dibuat instant dengan mesin espresso, buku pun tak mau kalah.

Dalam video tersebut, seorang wanita membeli buku di sebuah toko buku. Dengan hanya melihat-lihat dan memencet-mencet katalog buku yang tersedia di layar komputer, terus next, next anda next, maka kita akan dipertontonkan sebuah penemuan yang menakjubkan: bagaimana kertas keluar, mencetak dokumen, tersusun sendiri, digerakkan menuju cover buku, dilem dan dipotong tanpa sentuhan tangan manusia, dan hanya menggunakan satu mesin. Mesin gila bernama Espresso Book! Kemudian… plak!! Rasanya seperti ditampar, saat saya harus menyaksikan buku sudah selesai cetak hanya dalam hitungan menit. Sialan betul!

Saya akan memposting video tersebut, kemudian memberi banyak info tentang mesin ‘jahannam’ itu. Tapi tunggu ya, koneksi saya sedang lemot dan data-data belum terkumpul sepenuhnya. Besok atau lusa mudahan sudah lengkap. Saya ingin mengajak kamu yang pecinta buku, pada ngiler semua! Hahaha.

____

Berikut ini video Esspreso Book Machine yang saya janjikan: