Memilih Menikah–Pengantar “Malam Tanpa Ujung”

Saya terima nikahnya Anindra Saraswati binti Indro Sulistyo dengan mas kawin 1. Sebuah buku berjudul “Malam Tanpa Ujung”, 2. Kitab Suci Al-Quran dan seperangkat pakaian solat, 3. Perhiasan emas seberat 9,4 gram dibayar TUNAI!

–Masjid Al Mujahidin, Selong 14 Juni 2014. 

07S_ (70)

Kadang saya berpikir saya orang yang tangguh. Saya tak suka mengeluh dan mengajak orang ikut bersusah dengan apa yang sedang saya susahkan. Saya tak suka curhat dan suka hidup sendirian. Tapi sebagai manusia yang tak kuat pendirian, kerap kali saya menolak sendiri dan menghancurkan pikiran saya itu. Saya orang yang lemah dan suka murung. Setidaknya jika menghadapi masalah yang benar-benar menghantam ketangguhan saya. Saya tak suka berbagi kegelisahan, tapi toh akhirnya saya juga sering merasa; tak selamanya ego seperti ini penting. Manusia sering sekali sombong dan tak suka mengaku kalah.

Sejak kecil saya tidak suka menceritakan masalah apapun yang saya hadapi pada orang lain. Saya cenderung memendam sendiri lalu menyelesaikannya dengan cara yang saya pilih sendiri. Tapi benarkah saya kuat? Di titik-titik krusial ketika saya merasa kalah, saya menangis sendirian tanpa suara di dalam kamar. Saya tahu, saya tak bisa hidup sendiri. Lanjutkan membaca