#5BukuDalamHidupku: Sebuah Proyek Mudik Bareng ke Blog Sendiri

#5BukuDalamHidupku

Menulis di blog atau sering disebut ngeblog/blogging (merujuk pada blogger sebagai penyedia layanan blog yang sempat paling populer)  sudah menjadi bagian dari generasi terkini. Generasi pengguna internet. Penulis profesional, penulis yang baru belajar sampai penulis catatan harian sudah sangat lumrah dengan aktivitas ini. Saya pribadi mengenal blog pertama kali dari layanan jejaring sosial friendster yang sekarang sudah almarhum, lalu ketika badai internet menyerang Indonesia, saya memulai petualangan pindah dari hati ke hati blog lain. Multiplay, Blogspot, WordPress, Tumblr, Plurk, Wix, sudah pernah disinggahi. Facebook kemudian menggerus banyak sekali blogger ke sebuah ruang interaksi serba lengkap dan cepat dengan fasilitas note yang ia sediakan.

Blog sempat berkurang penggunanya, setidaknya saya salah satunya (jangan tanya statistik ya, ya ya…). Namun bagi blogger setia, kehadiran jejaring sosial yang riuh tetap tidak bisa mengalahkan ruang hening blog, blog adalah rumah untuk pulang dan menepi dari riuhnya jejaring sosial. Saya pribadi lebih menikmati proses blogging sebagai proses kembali ke rumah. Mudik. Rumah di mana kita bisa menulis, membiarkannya menjadi arsip pribadi yang tidah perlu di-tag seperti di note facebook atau fasilitas catatan ramai lainnya yang disediakan Kompasiana, Salingsilang, Kemudian.com dan blog 2.0 lainnya.

Ramainya lalu lintas interaksi di jejaring sosial membuat beberapa blogger yang saya kenal, mengaku merasakan hal serupa. Blog adalah rumah pulang. Rumah sepi di mana penulisnya (agak) mengasingkan diri dengan tulisan yang lebih dalam atau lebih santai, lebih ringan dan diskusi yang tidak sederas lini masa twitter atau facebook.

Kali ini saya ingin mengajak sahabat bloger sekalian untuk pulang. Menyiangi rumput di halaman blog yang terbengkalai, menanamnya dengan tulisan-tulisan yang bisa jadi tak berarti sedikit bagi si penulis dan pengunjung blog.

Proyek kali ini adalah proyek menulis bersama. Saya tidak mau membebani diri terlalu berat dengan misalnya membuat proyek 30 hari menulis. Mungkin banyak yang kuat, saya secara pribadi bukan orang yang tekun dan pasti kalah di seperempat awal proyek  yang direncanakan. Kali ini saya ingin mengajak kalian menulis 5 buku saja. 5 buku paling berpengaruh dalam hidup. Saya teringat program Radiobuku yang mengarsipkan banyak sekali penulis dengan wawancara buku pertamaku, berisi 5 buku paling berpengaruh, atau istilah lebih WOWnya, 5 buku yang mengubah hidup Anda!

Nah, tak usah banyakan pengantar, saya jabarkan langsung teknisnya: Lanjutkan membaca

Tidak Ditemukan Bidang.