Memilih Menikah–Pengantar “Malam Tanpa Ujung”

Saya terima nikahnya Anindra Saraswati binti Indro Sulistyo dengan mas kawin 1. Sebuah buku berjudul “Malam Tanpa Ujung”, 2. Kitab Suci Al-Quran dan seperangkat pakaian solat, 3. Perhiasan emas seberat 9,4 gram dibayar TUNAI!

–Masjid Al Mujahidin, Selong 14 Juni 2014. 

07S_ (70)

Kadang saya berpikir saya orang yang tangguh. Saya tak suka mengeluh dan mengajak orang ikut bersusah dengan apa yang sedang saya susahkan. Saya tak suka curhat dan suka hidup sendirian. Tapi sebagai manusia yang tak kuat pendirian, kerap kali saya menolak sendiri dan menghancurkan pikiran saya itu. Saya orang yang lemah dan suka murung. Setidaknya jika menghadapi masalah yang benar-benar menghantam ketangguhan saya. Saya tak suka berbagi kegelisahan, tapi toh akhirnya saya juga sering merasa; tak selamanya ego seperti ini penting. Manusia sering sekali sombong dan tak suka mengaku kalah.

Sejak kecil saya tidak suka menceritakan masalah apapun yang saya hadapi pada orang lain. Saya cenderung memendam sendiri lalu menyelesaikannya dengan cara yang saya pilih sendiri. Tapi benarkah saya kuat? Di titik-titik krusial ketika saya merasa kalah, saya menangis sendirian tanpa suara di dalam kamar. Saya tahu, saya tak bisa hidup sendiri. Lanjutkan membaca

Cerpen: Senin Selasa dan 5 Hari Setelahnya (Unduh Gratis PDF)

surealisUnduh gratis cerpen ini di sini

Senin. Ia menyiapkan segala yang harus ia bawa untuk berangkat sekolah. Seperti kamu juga menyiapkan semuanya. Pensil beserta rautnya. Kamu membawa rautan bundar dengan lubang pisau, ia membawa sebuah silet kecil dalam tasnya. Ia sudah memasukkan buku-buku yang tertera di jadwal pelajaran tembok kamarnya, juga tentu saja seragam yang sudah ia sertika tadi malam sebelum tidur. Ketika suara jam dinding berdetak kencang enam kali, ia ke dapur, sarapan dan segera keluar rumah. Kalian keluar rumah hampir bersamaan, kamu hanya mengangkat sedikit  kepala tanda sapaan. Ia tersenyum. Kamu membiarkannya jalan lebih dulu. Usai memasang sepatu, kamu menyusulnya dengan langkah lebih cepat.

Selasa. Lonceng berteriak tiga kali dari ruang guru yang menyatu  dengan ruang kepala sekolah. Di ruang itu jabatan hanya dibedakan dengan kursi dan meja. Kepala sekolah mejanya sendiri, kursinya berbusa lapis kulit sintesisi coklat. Meja guru agak panjang dan untuk dua orang, tempat duduknya kursi kayu semata.  Ia segera berlari ke kantin. Sebenarnya bukan kantin, melainkan sebuah pasar kecil yang dibangun di dalam sekolah. Para pedagangnya membayar sewa pada kepala sekolah setiap bulannya. Beberapa kali ketika ia keluar ke toilet di pojokan sekolah untuk kencing agak lama, sembari menghindari rasa bosan, ia sering melihat seorang lelaki pendek berjaket kulit coklat yang lusuh datang pada para pedagang. Lelaki itu memberikan kupon kuning, para pedagang mengeluarkan beberapa lembar uang. Kamu juga sering melihat kejadian itu. Kepala sekolah sering melihatnya juga. Suatu hari kamu bertanya pada kakak kelasmu. “Rentenir.” Jawabnya. Kamu ingin bertanya apa maskudnya, tapi kakak kelas itu sudah meninggalkanmu. Lanjutkan membaca

Menulis Fiksi: Permainan 10 Kata Pertama

Ada kalanya kita bingung harus memulai menulis dari mana. Tidak peduli penulis pemula atau penulis profesional yang bahkan telah melakukan kegiatan menulis secara rutin setiap hari. Bagi penulis fiksi, baik itu cerpen, maupun novel, menemukan ide cerita belumlah cukup sebagai modal menulis. Kadangkala penulis fiksi sudah mendapatkan ide, plot dan siapa saja tokoh yang akan ia mainkan dalam tulisannya. Namun, kerap kali penulis bingung harus memulai dari mana. Dari awal, akhir, atau tengah-tengah. Mau menyuguhkan narasai dulu, dialog, konflik atau bahkan menempatkan penutup di awal cerita.

Kebuntuan semacam ini bisa jadi sangat mengganggu. Seorang penulis bisa diam di tempat, menatap layar komputer yang kosong, menggerakkan jemarinya yang sudah mulai gatal, tapi tak ada satu kata pun yang berhasil diketik. Bisa jadi ini ciri awal munculnya penyakit penulis yang bisa disebut writers block. Lanjutkan membaca

Tidak Ditemukan Bidang.